Spiga

Contoh Desain Arsitek 'Rumah Jogja': Tempat prakter Dokter dan Apotek Terpadu

Berikut berbagai Desain arsitektur 'Rumah Jogja' untuk pembuatan tempat praktik dokter dan Apotek terpadu. Saat ini konstruksi sedang dijalankan di wilayah kabupaten Sleman - DI Yogyakarta

Tampak dari Luar


Jika calon pasien menghadap ke dalam


Jika Resepsionis melihat Calon pasien yang sedang menunggu



Pasien melihat view ke arah luar

Rumah Jogja

Contoh Desain Arsitek 'Rumah Jogja': Rumah Hunian 2 Tingkat


Gambar Desain arsitektur rumah hunian dua tingkat yang berkesan macho, mencerminkan pemiliknya yangsuka tantangan

Contoh Desain Arsitek 'Rumah Jogja': Perpustakaan

Di atas adalah Desain arsitektur / gambar perpustakaan yang dibangun di salah kabupaten di Jawa Tengah.

Rumah Jogja

Akhir Tahun 2008 Dibangun: 22 Unit Rumah di Tamantirto Jogja

Saat ini kami sedang tahap persiapan untuk pembangunan 22 rumah di Tamantirto, Bantul, Jogjakarta.
Memang masih lama sih, tidak seperti rumah yang dibelakang Hotel Hyatt yang akan dibangun segera, untuk 22 unit rumah di tamantirto ini akan dibangun akhir tahun..... Jadi mohon doa restunya. Semoga semuanya berjalan lancar.

Oh ya, apa yang terbesit ketika Anda mendengar kata Bantul?
Teman-teman saya mula-mula acuh, karena berfikir kalau Bantul itu jauh dari Pusat Jogja.... Ya, benar kalau yang dimaksud adalah ibukota Kabupaten Bantul itu sendiri.
Tetapi kalau yang dimaksud adalah kecamatan kasihan, kasongan, umbulharjo (terminal lama jogja), tentu saja dekat dengan pusat Jogja.
katakanlah kasihan dan kasongan. Ditempuh dari Malioboro sekitar 15 menit saja. Juga dekat dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terpadu. Selain itu dekat dengan RS PKU Muhammadiyah.....

Oh ya, jangan salah ya dengan Kabupaten Bantul. Setelah gempa, pembangunan di Kabupaten Bantul maju. Terminal Jogja yang baru, Terminal Giwangan, juga terletak di Kabupaten Bantul. Dan sebentar lagi akan dibangun juga tempat rekreasi di sekitar Kasongan.

Dengan semakin padatnya Kota Jogja, maka Bantul dan Sleman diharapkan menjadi kota penyangga, yang tentunya akan menuntut meningkatnya kebutuhan hunian.

Untuk pembangunan 22 unit rumah ini kami akan berusaha menghadirkan konsep yang berbeda. Kami akan berusaha memberikan nilai tambah added value bagi pembeli. yang belum pernah ditawarkan pengembang lain. Semoga saja perumahan ini akan menjadi investasi yang menarik bagi Anda.

Salam,
Rumah Jogja-karta

Segera Dibangun 2 Unit Rumah Di Belakang Hotel Hyatt - Jalan Monjali (Monumen Jogja Kembali)

Mohon doa restunya.....
Saat ini kami sedang melakukan persiapan pembangunan dua unit rumah di belakang Hotel Hyatt jalan Palagan Tentara Pelajar - Monumen Jogja Kembali ke Utara.

Semoga kehadiran rumah ini di Jogja ikut membantu Anda dalam mendapatkan rumah yang layak huni dengan harga terjangkau.

Terima kasih

Rumah Jogja-karta

Harga Rumah Naik akibat Kenaikan Harga BBM

JOGJA -- Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Mohammad Yusuf Asyari mengakui kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kemungkinan besar mempengaruhi harga jual perumahan. Untuk sementara ini, Kementerian Negara Perumahan Rakyat bersikap masih akan menunggu suara-suara dari staholder perumahan, termasuk dari Real Estate Indonesia (REI).
"Sangat menyedihkan harga-harga cenderung naik dan mempengaruhi komoditas. Harga perumahan mungkin berpengaruh, berapa persen belum tahu. Kita lihat saja nanti, kita menunggu suara-suara stakeholder perumahan, lihat di lapangan," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (24/5) di Hotel Inna Garuda, usai menghadiri acara Penandatanganan Kerja Sama Operasional (PKO) dan fasilitasi subsidi perumahan melalui Lembaga Keuangan Non Bank (LKNB).
Dia didampingi Deputi Bidang Pembiayaan Menegpora, Ir Tito Murbaintoro MM, Sekretaris Menepora Dr Iskandar Saleh, Kepala Pusat Pengembangan Perumahan Dr Andi Zainal A Dulung, Deputi Bidang Perumahan Swadaya, Ir Kriya Arsyah M Eng dan lain-lain. "Naiknya misalnya enam persen pasti sudah tertutup. Kita perlu cermati jangan-jangan kenaikannya hanya 2,5 persen," kata menteri.
Sebelumnnya, wakil REI wilayah Jawa dan Kalimantan yang mendampingi Menpera dan konferensi pers menjelaskan kenaikan harga BBM berdampak pada kenaikan harga material (bahan bangunan) 15 persen.
Adapun material sendiri merupakan bagian terbesar (80 persen) dari rencana anggaran dan pembiayaan di bidang perumahan. Kalau pun harga jual rumah naik, kemungkinan hanya 5-7 persen. "Dengan catatan, harga jual tanah tidak naik. Ini dilematis," kata dia.
Lebih lanjut Menpera menjelaskan, di Jawa Tengah, program pemberian subsidi dan pembiayaan perumahan (rumah sehat sederhana) lewat LKNB sudah terjalin dengan 78 LKNB/Koperasi.
Pada 2007, penerbitan KPRS/KPRS/Mikro/KPRS Mikro Syariah Bersubsidi sebanyak 4.424 unit, meningkat 851 persen dari tahun sebelumnya, dengan realisasi dana subdisi sebesar Rp 38,74 miliar.
Sedangkan khusus di DIY dengan 25 LKNB konvensional maupun syariah, pada 2007 baru terealisasi 27 unit dengan realisasi penyalurah subsidi sebesar Rp 542 juta. (hul)

Rumah Jogja

Sumber: Bernas

Peluang Market Agen Properti di Jogja Masih Luas

Selasa, 6 Mei 2008 08:59:32

JOGJA--Peluang market bagi jasa agen properti di Jogja masih luas. Dari keseluruhan transaksi properti saat ini, baru sekitar 20 persennya yang digarap melalui jasa agen. Sementara dari waktu ke waktu, kepercayaan market baik developer maupun konsumen properti di Jogja terhadap jasa agen pun relatif semakin membaik.
"Kita prediksikan tahun ini terjadi peningkatan market agen properti mencapai 75 persen. Sekarang saja yang baru digarap oleh para agen baru sekitar 20 persennya. Jadi peluangnya masih sangat besar sekali. Di sejumlah kota, untuk penjualan properti developer bahkan sudah bekerja sama langsung dengan agen properti," ujar Direksi salah satu Agen Property, Bagas D Bawono kepada wartawan di sela-sela ulang tahun MR ke-2 di Joglo Manis, Senin kemarin.
Bagas mengungkapkan pertumbuhan properti di Jogja relatif cukup pesat. "Kita awalnya tidak menyangka, pasca gempa properti di Jogja bakal pulih secepat ini. Tapi ternyata, dalam tempo setahun, sudah cukup bagus. Bidikan dari market properti di Jogja rata-rata untuk kelas menengah, ya kisaran Rp 200 juta-Rp 300 juta," tutur Bagas yang didampingi pula oleh Member Broker Mataram Realty Judhia Tri Septiana SE.
Konsumennya pun tidak hanya dari luar Jogja. Tidak sedikit pula yang merupakan warga Jogja dan sekitarnya. Sementara selain menggarap market premier yang membeli produk perumahan dari developer langsung, prospek market secondary juga relatif bagus.
"Secondary itu, konsumen perumahan yang membeli dari pemilik di luar developer. Atau kalau nggak, mereka yang membangun rumah, misal hanya 1 unit atau dua unit di tempat tertentu. Jadi bukan model pengembang yang menggarap kawasan perumahan," terang Judhia.
Selain pembeli properti, menurut Bagas pihaknya juga menjadi agen sewa menyewa properti. "Kalau dari sisi harga, kita tidak mengambil keuntungan dari konsumen propertinya. Fee kita diperoleh dari penjual atau developer," ungkap Bagus.
Tahun ini, pihaknya berencana mendirikan cabang MR di Bandung. "Pusat kita di Jakarta dan cabang sudah ada di Jogja dan nanti tambah lagi di Bandung. Rencananya menyusul kemudian Solo dan Surabaya
Diakui oleh Bahas, selama ini masyarakat memang belum banyak yang memanfaatkan jasa agen properti. Hal ini dikarenakan kesadaran yang masih rendah. "Masih mengganggap agen properti akan merepotkan disamping mahal harganya. Padahal, komisi yang diterapkan sudah standar, di samping calon pembeli properti akan mendapatkan penjelasan yang lengkap mengenai rumah yang ditawarkan termasuk sisi legalitasnya," tegas Bagas.
Karena selama ini, masalah yang seringkali muncul dalam jual‑beli serta sewa‑menyewa properti, baik itu rumah, bangunan, gedung maupun gudang adalah aspek legalitas. "Itulah manfaat utama agen properti di samping mengatasi soal kerepotan bagi penjual dan pembeli," imbuhnya. (tik)

Rumah Jogja

Source: Bernas

Tips rumah tahan gempa



Teknologi rumah tahan gempa cepat bangun

Teknologi yang biasa dikembangkan oleh berbagai pihak sebagai solusi rumah cepat bangun, biasa dibuat dari konstruksi sederhana dengan jenis bahan struktur konstruksi ringan dan penutup atap dan dinding yang ringan pula. Struktur penyangga rumah sederhana cepat bangun bisa dibuat dari rangka besi, kayu, maupun bambu. Pada prinsipnya rancangan tersebut dapat mempertahankan kekakuan struktur serta memiliki fleksibilitas untuk bergerak bersama gempa, serta mempertahankan penutup atap dan dinding pada tempatnya dengan sedikit kerusakan.

Dibawah ini terdapat leaflet pedoman praktis pembangunan rumah kayu tahan gempa yang dibuat oleh Departemen Pekerjaan Umum. Klik untuk memperbesar.

Tips untuk menata furniture dan aksesori rumah agar tetap ditempatnya saat gempa terjadi (tidak pecah atau tersebar kemana-mana):

  • Gunakan sekrup yang dapat digunakan untuk melekatkan benda-benda seperti lemari, rak buku dan sebagainya ke dinding
  • Gunakan sekrup untuk meletakkan benda-benda seperti monitor komputer, lampu meja dan sebagainya pada meja
  • Gunakan pengunci pada laci-laci agar saat gempa tidak keluar dan membahayakan penghuni
  • Pastikan bahwa benda-benda tergantung, seperti lampu gantung, chandelier, kipas dibawah plafon, dan sebagainya tergantung dan tertancap dengan baik pada struktur yang kuat
  • Gunakan safety film atau lapisan pengaman kaca untuk melapisi kaca jendela dan pintu sehingga pecahan kaca dapat ditahan oleh lapisan ini

Teknologi bangunan konvensional; bangunan batu-bata dengan struktur beton bertulang


Struktur bangunan konvensional tahan gempa rekomendasi Dept PU


1.konsep dasar hunian tahan gempa? seperti apa? bisa dijelaskan bagaimana tahapan membuat dan konstruksinya?

Konsep hunian tahan gempa adalah bangunan yang dapat bertahan dari keruntuhan akibat getaran gempa, serta memiliki fleksibilitas untuk meredam getaran. Prinsipnya pada dasarnya ada dua: kekakuan struktur dan fleksibilitas peredaman.

Prinsip Kekakuan struktur rumah menjadikan struktur lebih solid terhadap goncangan. Terbukti, bahwa struktur kaku seperti beton bertulang bila dibuat dengan baik dapat meredam getaran gempa dengan baik. Hal ini berarti memperhatikan sungguh-sungguh struktur yang dibuat pada saat pembangunan agar dapat lebih kuat dan lebih kaku. Kekakuan struktur dapat menghindarkan kemungkinan bangunan runtuh saat gempa terjadi. Kolom-kolom dan balok pengikat harus kuat dan ditopang oleh pondasi yang baik pula.

Prinsip Fleksibilitas: Adanya kemungkinan struktur bangunan dapat bergerak dalam skala kecil, misalnya dengan menggunakan prinsip hubungan roll pada tumpuan-tumpuan beban. Yang dimaksud hubungan tumpuan roll adalah jenis hubungan pembebanan yang dapat bergerak dalam skala kecil untuk meredam getaran. Ini adalah salah satu contoh saja.

Prinsip penggunaan bahan material yang ringan dan 'kenyal': yaitu menggunakan bahan-bahan material ringan yang tidak lebih membahayakan bila runtuh, dan lebih ringan sehingga tidak sangat membebani struktur yang ada. Contohnya struktur kayu yang dapat menerima perpindahan hubungan antar kayu dalam skala gempa sedang.

Prinsip massa yang terpisah-pisah: yaitu memecah bangunan dalam beberapa bagian struktur yang lebih kecil, sehingga struktur ini tidak terlalu besar, terlalu panjang karena bila terkena gempa harus meredam getaran lebih besar. (Gambar lihat di http://www.pu.go.id/publik/bencana/gempa/gempa%20tsunami4.htm)


Rumah tipe 36 tahan gempa rekomendasi Dept PU


2. bagaimana fondasinya? bahan dari apa? lantas apa bahan dinding yang cocok? jika pakai batu bata, bagaimana cara merancangnya agar tahan gempa? bisa dijelaskan secara mendetail?

Sistem pondasi yang ada saat ini yaitu pondasi tradisional dengan bahan batu kali harus diperhatikan dengan baik; antara lain diusahakan memiliki kemampuan meredam getaran dengan memberikan celah untuk bergerak pada hubungan antara pondasi dengan sloof, pondasi dengan kolom. Cara ini juga bisa didukung dengan memberikan bahan seperti pecahan kaca diantara pondasi dan sloof.

Untuk dinding, sebenarnya dinding rumah2 tradisional banyak yang sudah sesuai untuk menghadapi gempa, antara lain dinding dari bahan bambu maupun tanaman lainnya. Dinding semacam ini dapat menerima getaran gempa dengan sangat baik. Bahkan rumah-rumah joglo kuno dapat bertahan dengan baik saat gempa.

Untuk kondisi dewasa ini, bahan seperti lembaran komposit (misalnya dinding Hebel), gypsum dan bahan ringan lainnya dapat dengan baik bertahan saat gempa karena ringan dan kuatnya. Selain itu kondisi bahan lembaran solid ini dapat digabungkan dengan fleksibilitas penyambungan dengan kolom-kolom untuk meredam getaran.

Jika memakai batu bata, usahakan agar terdapat penguatan lebih banyak dengan menggunakan kolom-kolom praktis sebagai pengaku. Jangan pernah meletakkan beban atap langsung pada dinding bata. Dinding bata juga perlu untuk diberi angkur pada kolom setiap jarak susunan 8 bata. Dinding bata yang diberi angkur dapat bertahan lebih baik saat gempa karena ditahan oleh kolom dan tidak ambruk.

3. soal atap bagaimana? pakai jenis atap apa yang paling baik untuk menahan atau mengantisipasi gempa? bagaimana merancangnya?

Jenis atap yang ringan menggunakan kayu dapat dimaksimalkan ketika menghadapi gempa dengan membuat angkur pada ring balok, dimana angkur ini diberi celah untuk bergerak dengan sistem hubungan roll. Jenis atap yang cukup baik adalah atap yang ringan, menggunakan penutup atap ringan seperti lembaran komposit, namun bahan ini kurang diminati karena secara tampilan kurang bagus dibandingkan penutup atap genteng.

4. jika menggunakan beton, langkah apa yang mesti ditempuh untuk merancang agar jika gempat efeknya tidak terlalu besar, misalnya ambruk dan kena penghuni?

Beton harus diperkuat agar tidak mudah ambruk, secara keseluruhan, kolom dan balok beton menyangga keseluruhan bangunan, karenanya bila struktur ini tidak kuat menahan gempa, maka keseluruhan bangunan juga tidak kuat. Usahakan untuk membagi bangunan dalam beberapa kelompok struktur, misalnya menggunakan prinsip dilatasi (pemisahan struktur) antara satu massa dengan massa bangunan lain. Contohnya; memisahkan area ruang keluarga dengan area kamar-kamar secara struktural (meskipun secara organisasi ruang tetap menyatu). Seperti di http://www.pu.go.id/publik/bencana/gempa/gempa%20tsunami4.htm gambar yang atas.

5. bagaimana jika rumah bahannya/isinya terbuat dari kayu/triplek? apakah di kawasan ibukota bangunan itu cocok? lantas atapnya dari jerami, alang-alang? apakah bangunan seperti ini yg justru tahan gempa & tak mengancam penghuni rumah?

Bangunan dengan bahan tripleks kurang disarankan, karena mudahnya terbakar. Bahan ringan lain yang dapat disarankan sebagai pengganti adalah gypsum atau dinding komposit. Untuk kawasan ibukota, bahan-bahan tersebut secara estetis dapat diterima lebih baik. Bangunan yang atapnya dari alang2 atau jerami dapat diterima bila memang konsep bangunannya tradisional, atau memang dari awalnya tradisional, serta gaya hidup penghuninya sesuai untuk rumah tinggal tradisional (misalnya karena perawatan yang lebih banyak dibandingkan bahan atap modern). Bangunan seperti ini, digabungkan dengan cara-cara membangun tradisional seperti menggunakan kolom bambu, malah sangat baik bertahan dalam kondisi gempa.


Pedoman teknis dan struktur rumah sederhana tahan gempa, rekomendasi Dept PU


6. soal interior? apakah rancangan interior juga mempengaruhi rumah tahan gempa? atau apakah interior yang sederhana bisa mempermudah penghuni untuk evakuasi jika terjadi gempa? atau bagaimana baiknya interior untuk rumah dgn konsep tahan gempa?

Rancangan interior sebaiknya disesuaikan bila kita concern terhadap masalah gempa ini. Pilihlah jenis furniture yang ringan dan tidak menghalangi saat dibutuhkan evakuasi gempa.

7. kemudian kualitas bahannya apa saja yang baik? mulai dari bahan fondasi, dinding sampai atap? misalnya, jika dinding beton ato batu bata, untuk atap cocoknya seperti apa, dll?

Pada dasarnya bahan-bahan bangunan yang ada saat ini dapat ditingkatkan lagi mutunya dalam menghadapi gempa, serta diperlukan inovasi dalam pengadaan material baru yang dapat menunjang keamanan saat gempa, seperti konstruksi yang ringan, fleksibel dan kuat. Yang paling penting diperhatikan melihat tren saat ini adalah; membuat bangunan dengan cara membangun yang lebih baik, seperti memperkuat dinding dengan angkur, kolom-kolom praktis, dan sebagainya.

8. lantas soal ongkos membangun rumah tahan gempa? bisa dijelaskan secara rinci, untuk apa saja uang yang harus dikeluarkan?

Ongkos membangun rumah tahan gempa secara relatif tidak banyak berbeda dengan rumah yang ada saat ini, hanya kualitas sambungan, joint antar pembebanan, jenis material yang mendukung (ringan, kuat dan fleksibel) dapat diperbanyak dan diaplikasikan dalam bangunan. Malahan saat ini terdapat material-material baru fabrikasi yang secara struktural telah teruji melalui laboratorium dan memiliki kualitas lebih baik daripada material konvensional.

Pada dasarnya yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kualitas rancangan dan bangunan terhadap gempa melalui cara-cara membangun dan jenis material. Uang yang dikeluarkan tentunya untuk membeli material-material tersebut :)

Source: http://www.astudio.id.or.id/artikel64rumah-tahan-gempa.htm

Desain Rumah Minimalis

Desain Rumah Minimalis


Desain rumah akhir-akhir ini mengalami perkembangan yang sangat cepat. Kita bisa mendapati berbagai jenis desain rumah yang berkembang di masyarakat dewasa ini, antara lain desain rumah minimalis, modern, mediterania, klasik dan sebagainya. Hal ini merupakan keharusan sesuai perkembangan jaman, kita semakin menyadari bahwa peran desain dan arsitek sangat berpengaruh bagi keindahan desain rumah kita.Desain rumah bergaya minimalis adalah yang perkembangannya sangat pesat akhir-akhir ini. Kami dari astudio mendapati banyak orang menghendaki menggunakan gaya minimalis untuk mengikuti mode. Biasanya kalangan yang tertarik untuk menggunakan gaya minimalis adalah dari mereka yang masih berjiwa muda. Para eksekutif muda menyukai gaya minimalis, karena gaya yang ini dipandang praktis dan dapat mewakili gaya hidup modern mereka.

Sebenarnya, gaya minimalis bukanlah sebuah gaya arsitektur saja, namun dibalik itu, gaya ini memiliki jawaban atas tantangan jaman yaitu mendapatkan 'hasil maksimal dari sesuatu yang minimal'. Bisa jadi ini merupakan dana pembangunan yang minim, atau gaya hidup yang diminimalkan. Seringkali gaya ini dipakai karena keterbatasan dana, namun menjadi sangat menarik karena dengan keterbatasan ini kita masih dapat mengikuti mode tren arsitektur terkini.

Simak saja, tampilan rumah tanpa ornamen berlebihan, memakai bahan-bahan material yang diekspos sehingga terkesan jujur dalam penampilannya, tidak berlebihan. Bila dicari ibaratnya, seperti seorang eksekutif muda yang hendak pergi kekantor, dengan pakaian elegan yang tidak berlebihan, bersih dan praktis. Namun karena hal ini merupakan mode, maka kita masih merasa 'memiliki bagian' dari mode yang sedang berkembang saat ini. Bagi banyak orang, hal ini sangat menyenangkan (mungkin Anda juga senang dengan mengikuti mode saat ini?)

Gaya minimalis pada intinya merupakan suatu jawaban atas keadaan yang dicetuskan oleh orang-orang yang menganut paham minimalisme sebagai protes atas keadaan masyarakat yang tidak menghargai sumber daya alam dengan mengeksploitasi habis-habisan sumber daya alam untuk hal-hal yang tidak perlu dalam kehidupan sehari-hari. Gerakan minimalisme ini merupakan gerakan 'back to basic' atau kembali kepada kesederhanaan, konon gerakan ini timbul di Amerika yang merupakan suatu hal yang dapat dianggap positif dari suatu gerakan jaman modern.

Gambar diatas merupakan salah satu contoh sudut ruangan yang 'minimalis', dimana ruangan ini sama sekali tidak terlihat berhias, namun jujur apa adanya. Namun dengan desain ini kita justru bisa merasakan suatu ruang yang lapang dan lega. Istilahnya 'tidak ribet'.

Bagi kita yang menyukai gaya hidup modern, gaya ini bisa jadi merupakan pilihan untuk melengkapi gaya hidup sehari-hari kita. Misalnya bila pasangan suami istri dalam satu rumah sama-sama bekerja, dan terbiasa dengan gaya hidup yang cepat, simple dan praktis.

Meskipun demikian, dalam desain rumah bergaya minimalis, kita perlu memperhatikan kesesuaiannya dengan iklim. Karena gaya minimalis merupakan gaya modern yang sangat sederhana dan berasal bukan dari negeri kita, kita perlu memperhatikan faktor-faktor iklim tropis seperti hujan dan panas matahari, antara lain dengan membuat rumah kita bisa berhadapan dengan tampias matahari ataupun panas yang menyengat.

Source: astudio

Rumah Joglo

Rumah Bentuk Joglo
Merupakan bentuk rumah tradisional dengan ciri khas memiliki empat tiang dengan tumpangsari dan berdenah bujur sangkar. Rumah bentuk Joglo dapat dibedakan sebagai berikut :
a. Rumah Joglo Kepuhan Limasan. Rumah ini memakai uleng ganda, sunduk bandang lebih panjang dan ander agak pendek, sehingga empyak/atap brunjung lebih panjang.
b. Rumah Joglo Kepuhan Lawakan Ialah Rumah Joglo tanpa memakai geganja, atap brunjung agak tegak sehingga kelihatan tinggi.
c. Rumah Joglo Jempongan Merupakan Joglo yang memakai dua buah pengeret dengan denah bujur sangkar.
d. Rumah Joglo Pengrawit Disebut Rumah Joglo Pengrawit karena memakai lambang gantung, atap bronjong merenggang dari atap penanggap, atap emper merenggang dari atap penanggap, tiap sudut diberi tiang (saka) bentung tertancap pada sudut, tumpang lima buah, memakai singup dan geganja
e. Rumah Joglo Ceblokan Merupakan rumah yang memakai saka pendem (terdapat bagian tiang sebelah bawah terpendam). Rumah bentuk ini terkadang tidak memakai sunduk.
f. Rumah Joglo Apitan Rumah Joglo dengan empyak bronjong lebih tinggi karena pengeret lebih pendek. Bentuk rumah ini kelihatan kecil tetapi langsing.
g. Rumah Joglo Lambangsari Rumah Joglo yang memakai lambangsari, tanpa empyak emper, dengan tumpangsari lima tingkat, uleng ganda dan godegan.
h. Rumah Joglo Apitan/ Rumah Joglo Trajumas Ialah Rumah Joglo yang memakai tiga buah pengeret, tiga atau lima buah tumpang dan empat empyak (atap) emper.
i. Rumah Joglo Semar Tinandu. Rumah Joglo yang memakai dua buah pengeret dan dua buah tiang (saka) guru diantara dua buah pengeret. Biasanya dua buah tiang tadi diganti dengan tembok sambungan dari beteng kebanyakan rumah bentuk ini dipakai sebagai regol (gapura).
j. Rumah Joglo Hageng (besar). Hampir sama dengan rumah joglo pengrawit tetapi ukuran lebih rendah dan ditambah atap yang disebut peningrat dan ditambah tratak keliling.
k. Rumah Joglo Mangkurat. Pada dasarnya sama dengan Joglo Pengrawit, tetapi lebih tinggi dan cara menyambung atap penanggap dengan penitih.
l. Rumah Joglo Wantah Apitan. Rumah Joglo memakai lima buah tumpang, singup dan takir lumajang. Biasanya rumah bentuk ini kelihatan langsing.
Joglo merupakan bangunan yang paling populer, bahkan masyarakat awam sering menganggap jenis rumah tradisional ini sebagai satu-satunya bentuk rumah tradisional masyarakat Jawa. Jenis rumah tipe ini kebanyakan dimiliki oleh anggota masyarakat dengan strata sosial menengah ke atas, baik itu golongan bangsawan ataupun priyayi. Hal ini dapat dipahami, karena bentuk rumah Joglo membutuhkan bahan bangunan yang lebih banyak dan lahan yang lebih luas daripada jenis rumah yang lain. Mungkin karena faktor itu pula, muncul mitos dalam masyarakat bahwa joglo tidak pantas untuk dimiliki oleh rakyat jelata, melainkan hanya dapat dimiliki orang terpandang atau terhormat.
BAGIAN-BAGIAN RUMAH JOGLO:
a. Pendopo
Pendopo merupakan bangunan terdepan dari rumah joglo yang berfungsi sebagai tempat menerima tamu atau tempat mengadakan upacara-upacara adat. Pada umumnya pendopo selalu terbuka atau tidak diberi dinding penutup. Kalaupun memakai penutup, maka yang digunakan adalah dinding dari kayu yang mudah dibuka atau gebyok. Secara filosofis, hal ini menggambarkan adanya prinsip keterbukaan yang dianut oleh tuan rumah.
b. Sentong.
Bagian ini pada prinsipnya digunakan sebagai tempat tidur. Tetapi sebelum orang tua menikahkan anaknya, maka pintu sentong akan selalu tertutup atau terkunci. Sentong baru dibuka atau dipakai untuk tidur setelah anaknya dinikahkan. Sentong ini terbagi menjadi tiga yaitu:
1) Sentong Tengen ( Kanan )Sentong Tengen dipergunakan sebagai tempat tidur bagi anak laki-laki yang telah dinikahkan.
2) Sentong kiwo ( Kiri)Sentong ini merupakan tempat tidur bagi anak perempuan yang telah dinikahkan.
3) Sentong Tengah. Sentong Tengah disebut juga Petanen, Pasren, Pedaringan atau Krobongan. Sentong ini dianggap sakral dan digunakan untuk pemujaan. Masyarakat Jawa yang mayoritas menggantungkan hidupnya pada bidang pertanian, percaya bahwa Sentong Tengah adalah tempat bersemayamnya roh nenek moyang yakni Dewi Sri sebagai Dewi Kesuburan. Karena dianggap sakral, maka tidak sembarangan orang boleh memasukinya kecuali ada keperluan. Orang yang masuk sentong inipun harus hati-hati dan bersifat menghormati tuan rumah dalam hal ini Dewi Sri. Di sentong tengah ini diletakkan tempat tidur atau kantil lengkap dengan bantal guling, cermin dan sisir. Selain itu ada lampu minyak yang selalu menyala, baik di siang hari maupun malam hari.
c. Gandok
Gandok merupakan bangunan yang terletak di samping (pavilium). Biasanya menempel dengan bangunan bagian belakang. Arah membujur gandok melintang pada rumah belakang. Gandok berfungsi sebagai tempat penyimpanan perabot dapur, ruang makan dan terkadang berfungsi sebagai dapur.
d. Pringgitan
Pringgitan merupakan bangunan yang biasanya terletak di antara pendopo dan dalem. Bangunan ini dipakai untuk pementasan wayang/ ringgit.
e. Kuncung.
Kuncung adalah bangunan yang terletak di samping atau depan pendopo yang berfungsi sebagai tempat bersantai misalnya minum teh atau membaca koran.
f. Pawon.
Pawon merupakan bagaian dari suatu rumah joglo yang dipergunakan sebagai tempat untuk memasak.